Permasalahan Sampah, Drainase dan BPJS Dikeluhkan Warga Medan Baru
Medan (Tajukpos) - Banyaknya permasalahan sampah yang belum terselesaikan, drainase tumpat hingga menyebabkan kebanjiran dan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu menjadi keluhan warga Jalan Kemiri dan Tanjung Bunga II.
Drainase yang tumpat menyebabkan rumah warga kebanjiran saat hujan turun, keluh Hj Ismawati warga Jalan Kemiri II Gang Pinang Kelurahan Sudirejo Kecamatan Medan Baru saat menghadiri Reses I tahun 2019 yang digelar Anggota DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution, Rabu (18/12/2019).
Disebutkan Ismawati, rumahnya sering kebanjiran saat hujan turut. Banjir tersebut tidak lain disebabkan parit yang tumpat. “Luapan air yang tak sanggup ditampung parit akhirnya menyebabkan rumah warga kebanjiran,” keluhnya.
Sementara Udin Hasibuan warga Sudirejo III mengeluhkan sampah di kawasan tempat tinggalnya hanya diangkat dua kali dalam seminggu. Sementara warga lainnya Supratman mengeluhkan sulitnya mendapatkan dan mengurus BPJS Kesehatan gratis.
Menanggapi itu, Dedy Aksyari Nasution Politisi dari Dapil IV ini berjanji akan menyampaikannya langsung ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan agar dicarikan solusi terbaik untuk menangani sampah tersebut.
Terkait BPJS Kesehatan gratis, Anggota Komisi IV DPRD Medan ini berjanji akan berkoordinasi dengan Komisi II agar warga yang kurang mampu bisa mendapatkan haknya menjadi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Untuk penanganan banjir, Politisi Partai Gerindra ini akan melakukan pendataan dan analisa penyebab banjir tersebut. “Minggu depan Komisi IV akan menggelar RDP dengan Dinas PU. Masalah banjir ini akan kita sampaikan. Sebab sepengetahuan saya, banjir tersebut tidak hanya di kawasan Gang Pinang saja, kawasan Tanjungbunga III juga sering banjir jika hujan. Ini dikarenakan tidak ada saluran yang tembus ke Jalan Seksama sehingga kalau hujan, pasti warga kebanjiran,” tuturnya. Dedy juga berjanji akan mengusulkan anggaran untuk pembangunan parit di lokasi tersebut ke Pemko Medan.
Kepada wartawan, Dedy menyebutkan, Reses yang digelarnya tahun ini 2 kali. Kemarin, Selasa (17/12) di Jalan Tanjungbunga II dan Rabu (18/12) di Jalan Kemiri. Hal itu dilakukan untuk lebih memaksimalkan serapan keluhan warga.
Sementara itu terkait sampah, Lurah Sudirejo II Irawadi mengatakan bahwa sampah ini merupakan masalah klasik. “Masalah sampah ini sudah sering kita sosialisasikan. Dan kita juga tetap membersihkan, namun menumpuk lagi. Tanpa peran serta warga, kita tidak bisa mengatasi sampah,” ujarnya.
Kepala UPT PU Medan Kota Abidan dalam kesempatan itu mengatakan Jalan Kemiri, Jalan Pinang dan Tanjungbunga III sering banjir. Disarankannya untuk mengusulkan dana pembangunannya ke kelurahan, dari kelurahan ke kantor camat dan kantor camat ke Bappeda untuk dimasukkan dalam anggaran.
“Kami akan menindaklanjutinya. jika memang masuk anggaran akan dikerjakan. Dan kalau memang penanggulangan secara cepat, kami dari UPT akan menormalisasi untuk sementara,” katanya.
Untuk drainase di Jalan Pinang akan dimasukan ke anggaran tahun 2020 atau tahun 2021. “Namun untuk sementara, kita akan melakukan normalisasi,” pungkasnya. (s1)